Keajaiban-keajaiban pada Organ Tubuh Manusia

Keajaiban-keajaiban pada Organ Tubuh Manusia

Siapa yang menciptakan dua saluran di tenggorokan, yang salah satunya untuk suara dan nafas yang bersambung sampai ke paru-paru, sementara yang lain untuk makanan dan minuman, yaitu kerongkongan yang bersambung ke lambung? Dia meletakkan pemisah antara kedua saluran itu, yang menghalangi masing-masing menyeberangi lewat saluran yang lain. Kalau makanan mencapai paru-paru melalui saluran nafas, hewan akan mati.
Siapa yang menjadikan paru-paru sebagai kipas untuk jantung, mengipasinya tanpa mengendur, agar kepanasan sehingga dia mati? Siapa yang mengadakan saluran-saluran untuk sisa-sisa makanan, dan  melengkapinya dengan tali-tali yang mengekangnya agar tidak mengalir keluar terus menerus sehingga mengganggu kehidupan manusia dan menghalangi manusia bercengkrama dengan temannya?
Siapa yang menjadikan lambung terbuat dari otot yang sangat kuat, karena dia disiapkan untuk mencerna makanan? Kalau lambung itu terbuat dari daging segar, tentu dia sendiri yang akan dicerna. Karenanya, lambung dibuat dari otot yang kuat agar tahan untuk mencerna dan tidak leleh oleh api di bawahnya.
Siapa yang menjadikan hati lembut dan halus karena dia disiapkan untuk menerima makanan yang halus dan lembut, dan disiapkan untuk melakukan aktivitas yang lebih lembut dari pekerjaan lambung?
Siapa yang melindungi otak yang lembut dan lunak itu di dalam pipa-pipa keras dari tulang sehingga tidak rusak dan tidak leleh? Siapa yang menjadikan darah yang cair itu tertahan dan terkurung di dalam urat-urat, seperti air di dalam wadah, agar terkendali dan tidak mengalir ke mana-mana? Siapa yang meletakkan kuku-kuku di ujung jari-jemari untuk melindunginya ketika melakukan pekerjaan-pekerjaan? Siapa yang menjadikan bagian dalam telinga itu rata seperti keadaan planet agar suara merambat di dalamnya sampai tiba di bagian paling dalam dengan keadaan tidak begitu pedas, dan agar serangga-serangga tidak dapat menembus ke sana sebelum ditahannya, juga agar mencegah masuknya kotoran yang mungkin menyumpal, serta untuk hikmah-hikmah lainnya?
Siapa yang menjadikan daging pada kedua belah paha dan pinggul lebih banyak daripada yang ada pada bagian tubuh lainnya untuk menjaganya dari tanah, sehingga ulang-tulang paha dan pinggul itu tidak sakit karena terlalu lama duduk, seperti akitnya orang kurus tak berdaging akibat duduk terlalu lama—karena tidak ada yang mengalasinya ketika sedang duduk di tanah? Siapa yang menjadikan air mata terasa asin yang mencegah mata mencair, sementara air telinga pahit yang melindunginya dari lalat, nyamuk, dan serangga; sedang air mulut (liur) tawar untuk merasakan rasa benda-benda yang sebenarnya?
Siapa yang menjadikan pintu pembuangan kotoran pada manusia berada pada empat paling tertutup, sebagaimana insinyur yang bijak akan meletakkan tempat buang hajat di bagian paling tertutup dari rumah? Demikianlah pintu buang hajat pada manusia terletak di tempat paling tersembunyi; tidak kelihatan dari belakang dan tidak pula menonjol ke depan, melainkan terbenam di tempat rahasia dari tubuh. Kedua paha, dengan dagingnya yang banyak, bertemu di sana. Apabila tiba saat buang hajat, dan manusia sudah duduk untuk membuang kotorannya, pintu pembuangan itu terbuka menganga di permukaan tanah.
Siapa yang menjadikan gigi depan tajam untuk memotong dan membelah makanan, sedang geraham lebar untuk menumbuknya? Siapa yang tidak memberi indera perasa pada rambut dan kuku—karena rambut dan kuku itu dapat memanjangdan perlu dipendekkan? Kalau saja Dia memberinya indera (rasa), manusia akan merasa sakit ketika memendekkannya. Jika bulu dan kuku itu dapat merasa, tentu manusia akan mengalami salah satu dari dua problem: membiarkannya panjang dan jelek, atau menanggung sakit ketika mencabut dan memotongnya.
Siapa yang menjadikan telapak tangan tidak ditumbuhi bulu atau rambut; sebab kalau berbulu, manusia tidak dapat merasakan sentuhan terhadap benda dengan benar, dan tentu banyak pekerjaan yang akhirnya jadi sulit dilaksanakan, khususnya pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan dengan telapak tangan? Karena hikmah inilah, maka alat vital lelaki tidak ditumbuhi bulu-bulu karena akan menghalangi hubungan intim. Tapi karena hormon mendorong tumbuhnya bulu, maka ia tumbuh di sekitar kemaluan, baik pada lelaki atau wanita. Dan karena hikmah ini pula, maka ia tidak tumbuh di bibir, dan dalam mulut, juga tidak tumbuh di telapak kaki bagian bawah maupun atasnya, sebab telapak kaki menyentuh debu, kotoran, lumpur, dan duri. Kalau di sana ada rambut atau bulu pasti sangat mengganggu, dan setiap waktu akan membawa tanah yang memberatkan manusia.
Ini bukan keistimewaan yang dimiliki manusia saja. Anda lihat seluruh tubuh hewan dipenuhi oleh bulu-bulu, kecuali bagian-bagian di atas karena hikmah tersebut. Tidakkah Anda lihat bagaimana karya cipta Ilahi bersih dari kesalahan dan mudharat, dan hanya membawa kebenaran serta manfaat?
Orang yang mencari-cari sisi negatif dari hikmah penciptaan manusia meragukan hikmah bulu-bulu yang tumbuh di ketiak, di sekitar kemaluan, di dalam hidung, dan yang ada di lutut. Mereka mempertanyakan apa hikmahnya? Apa faedahnya? Ini tidak lain karena kebodohan mereka yang keterlaluan, sebab hikmah tidak harus seluruhnya (atau sebagian besarnya) diketahui manusia. Bahkan, yang mereka ketahui tidak sebanding dengan yang tidak mereka ketahui. Kalau diperbandingkan hikmah Allah SWT dalam ciptaan dan syariat-Nya yang diketahui seluruh makhluk dengan hikmah yang tidak mereka ketahui, hal itu seperti setetes air di lautan. Dan, orang yang berakal dapat menjadikan hikmah yang telah ia ketahui sebagai bukti adanya hikmah yang tidak ia ketahui, dan dia mengetahui hikmah dalam sesuatu yang tidak diketahuinya seperti apa yang diketahui, bahkan bisa jadi lebih besar dan dalam.
Tidaklah perumpamaan orang-orang yang dungu tersebut, melainkan seperti orang yang sama sekali tidak mengerti tentang ilmu dan ketrampilan yang rumit; seperti ilmu bangunan, kedokteran, ketrampilan menenun dan menjahit, serta kerajinan kayu. Meski tidak tahu apa-apa, dia ingin membantah orang-orang yang menguasai ilmu-ilmu tersebut dan mempertanyakan hikmah yang tidak diketahuinya, “Apa hikmahnya ini? Ini tidak ada faedahnya!” Padahal orang-orang yang menguasai ilmu dan ketrampilan tersebut, adalah manusia biasa seperti dia, yang mungkin saja bisa dia tandingi ketrampilan mereka, atau bahkan dia kalahkan. Apalagi, Tuhan yang hikmahnya mencengangkan akal yang tidak ada satu makhluk pun yang menyamai hikmah-Nya, sebagaimana tidak ada yang menyamai-Nya dalam mencipta. Maka, siapa saja yang menjadikan akalnya sebagai neraca atau standar untuk menimbang hikmah-Nya, lalu yang dapat dipahaminya diakuinya ada, sedang yang tidak dipahaminya diingkarinya, maka dia adalah orang yang paling dungu.
Dalam segala hal yang tidak diketahui manusia, Allah SWT punya hikmah yang banyak; tidak dapat diingkari.
Ketahuilah bahwa di bawah tempat tumbuhnya rambut tersimpan suhu panas dan kelembaban yang tabiatnya menuntut keluarnya rambut di sana. Lihatlah, bukankah rumput tumbuh di rawa-rawa setelah air meresap ke dalamnya sebab tempat seperti ini punya tingkat kelembaban yang khas. Oleh karena itu, tempat-tempat tumbuhnya rambut termasuk bagian badan yang paling lembab. Dan karena lembab itulah, maka sangat cocok untuk pertumbuhan rambut. Tabiat mendorong keluar cairan-cairan yang lembab itu, sehingga tumbuhlah rambut. Kalau terkurung di dalam badan akan mendatangkan mudharat, menyakiti bagian dalamnya.
Jadi, keluarnya itu mengandung maslahat bagi hewan; sedang kalau tidak keluar itu, hanya karena adanya kekurangan atau cacat, dan ini seperti keluarnya darah haid pada wanita. Keluarnya darah ini mengandung maslahat baginya, dan juga tanda kesehatannya. Oleh karena itu, tertahannya darah itu keluar menandakan adanya kerusakan atau kekurangan pada jaringan tubuh. Tidakkah Anda lihat orang yang tidak tumbuh rambut dan jenggotnya ketika sudah saatnya tumbuh? Anda lihat tabiatnya kurang sempurna dan komponen tubuhnya lemah. Apabila Anda temui hal itu pada rambut yang diketahui sebagian hikmahnya, kenapa Anda tidak mengkiaskannya pada rambut dan bulu yang hikmahnya tidak tampak bagimu?
Siapa yang menjadikan air liur selalu mengalir ke mulut, tidak pernah kering, untuk membasahi tenggorokan dan anak tekak, memudahkan berbicara dan menelan makanan? Bayangkan bagaimana keadaanmu seandainya air liurmu agak kering dan sumber mata air ini menjadi sedikit keluarnya!
Seorang dokter mengatakan bahwa kelembaban pada mulut itu sebagai kendaraan makanan. Coba bayangkan keadaanmu ketika air liurmu sedikit kering, dan sumber air sedikit yang tidak terlalu dibutuhkan lagi.
Miftah Dar as-Sa’adah, Ibnul Qoyyim Al Jauziyah

Komentar

Postingan Populer